Hatinya tegar jarang berkaca,
Dari rumpun hatinya yang bergema,
Kata dengan penuh ikhlas.
Dadanya dipenuhi dengan sayang,
Setia.
Dan, bukanlah manusia picisan yang duduk bersinggahan
Untuk tawa.
Tapi setia derita yang merempat
Meskipun, hati temannya yang karat.
Kalut dengan rebut.
Hatinya ibarat relung yang menanggung seribu jenis beban.
Tapi, bebannya ringan dengan jernih hati,
Yang bertaut dengan kasih.
Dedak kecil yang bergumpal,
Dengan campur darah jernih memutih,
Mengalir dari satu hati ke hati yang lain,
Dengan penuh sabar,
Meskipun kadangnya hatinya dicabar,
Sekalipun, seribu tahun,
Hatinya tekad kekal begitu.
Kalaulah manusia semua begitu.
liyana dollah
1 comment:
sangat sweeet.kalau lah btul aku kuat mcm yg kau tulis joll.tapi tak kita sama je.kadang kita senyum kadang kita sengih.
Post a Comment