setiap nafas yang dihembus,
yang kosong dengan penuh rasa derita,
tentang esok yang dikalam penuh rahsia,
dalam meratapi, mengimbau
tentang kerikil kerikil yang dulu tajam,
kini jadi sebuah permaidani yang indah.
kalau dulu hidup penuh derita,
sampai satu masa,
derita itu jadi sebuah buku,
yang buruk luarnya,
dalam penuh warnanya
No comments:
Post a Comment